Menghadapi kekuatan para musuh, tidak membuat para Tetua merasa gentar, meskipun dalam kondisi lemah, mereka mengumpulkan kekuatannya. Salah satu dari mereka berteriak, "Kami benar-benar tidak tahu apa yang kalian cari! Tapi kalaupun kami tahu dan memilikinya, kami tetap tidak akan memberitahu kepada kalian dan akan melindunginya dengan nyawa kami!"

Pria berambut putih mendengus. "Itu bukan jawaban yang kami inginkan."

Ia mengayunkan tangannya, dan seketika gelombang energi hitam menghantam aula utama, menghancurkan pilar-pilar besar dan melemparkan beberapa murid ke belakang. Beberapa guru dan tetua segera melompat maju untuk melindungi mereka, membentuk perisai energi dengan sisa kekuatan mereka.

"Tidak peduli kalian tahu atau tidak," pria bertubuh besar itu mencibir, "Kami akan tetap menghancurkan sekte ini! Kalian sudah terlalu sombong selama ini karena merasa sebagai sekte terbesar, sok suci." Pria tersebut meludah ke samping dengan ekspresi menyindir.

"Dan Jika kunci itu tidak kami temukan, jangan harap ada satupun dari kalian yang akan tersisa!" lanjutnya sambil meningkatkan daya serangnya.

Para tetua, guru, dan murid yang tersisa berusaha melawan meskipun kekuatan mereka telah banyak terkuras. Sekte Api Langit yang sudah berada di ambang kehancuran kini menghadapi ancaman yang lebih besar!

Langkah pria berambut putih itu menggema di antara puing-puing yang berserakan. Sorot matanya tajam bak pisau, penuh dengan kesombongan seorang grandmaster fana. Dengan gerakan tangan yang tampak sederhana, energi hitam pekat menyelimuti aula utama, menciptakan tekanan yang membuat udara terasa berat.

"Kalian sudah mendengarnya," suaranya terdengar dingin dan tegas. "Kami tidak punya banyak waktu untuk bermain-main. Serahkan kunci dimensi, atau sekte ini akan kami hancurkan sepenuhnya sekarang juga!"

Namun, dengan kekuatan lima grandmaster fana di pihak lawan, pertarungan ini jauh dari seimbang.

Seluruh tetua Sekte Api Langit kehilangan banyak kekuatannya, untuk menghadapi satu orang, mereka harus bekerja sama dengan para tetua lainnya. Jika grandmaster lainnya ikut menyerang, mereka tidak akan mampu bertahan. Mereka merasa sudah berada di ambang kehancuran kini menghadapi ancaman yang lebih besar dari sebelumnya!

Di sisi lain, di sebuah ruangan, Leena menatap Lynx dengan sorot mata penuh harap. "Lynx, mereka tidak akan mampu bertahan. Katakan apa rencanamu? kita tidak bisa begitu saja membiarkan mereka mati."

Li Wei menatap Leena dengan bingung, namun dia hanya memandang dengan tatapan penuh harap. Dia tahu hanya Xiao Ling satu-satunya harapan dia saat ini.

Lynx menghela napas. "Aku mengerti. Aku juga tidak ingin seperti ini. Tapi kau tidak tahu jika mereka menuduhku membunuh ketua Sekte kalian. Kalau aku turun tangan terlalu cepat, bisa-bisa aku malah disalahkan lagi."

Lala yang mendengar kata-kata Lynx, segera menepuk bahunya. "Itu benar, kamu harus membantu mereka di saat yang tepat agar mereka menghargai bantuanmu, sehingga kamu bisa sekaligus membersihkan namamu."

Lynx memejamkan matanya sejenak untuk merasakan kejadian di luar ruangan tersebut sebelum tersenyum tipis. "Baiklah, kurasa sudah waktunya. Kalian mundurlah sedikit."

Leena dan Li Wei mundur dengan penuh kebingungan, tetapi mereka menuruti permintaannya.

Lynx lalu membuat formasi dengan cepat untuk menutupi aura keberadaan mereka di tempat ini. "Aku tidak ingin mereka yang diluar mengetahui apa yang sedang terjadi ditempat ini." katanya setelah melihat tatapan penuh tanda tanya dari Leena, Li Wei dan Lala.

Lala segera mengetahui rencana Lynx, segera berbisik pelan kearah Leena, "Leena, apa ditempatmu ada film superhero yang bisa berubah wujud?"

Leena menatap Lala dan menganggukkan kepala dengan bingung. Dia tidak memahami kenapa Lala bertanya hal seperti itu disaat yang tidak tepat.

Sementara Li Wei yang merasa asing dengan kata 'film' dan 'superhero' hanya berbisik mengulangi perkataan Lala "Film? Superhero?"

Lala tertawa kecil dan berkata,"Lihatlah! Kita juga memilikinya."

Lynx yang mendengar kata-kata Lala tersenyum kecil, lalu dia bergaya mengikuti gerakan salah satu film yang pernah ditontonnya. Dengan penuh gaya mengangkat tangan kanannya ke atas dan satunya di depan dipinggang, lalu dia menurunkan tangan kanannya ke arah depan pinggang seolah membentuk huruf O, lalu berkata dengan nada dramatis, "Berubah."

Dalam sekejap, artefak di sabuk Lynx aktif setelah dialiri energi qi. Untuk mencegah ada pihak lain yang dapat menggunakan artefak tersebut juga, Lynx menambahkan segel kepemilikan sehingga hanya Lynx yang dapat menggunakannya. Segera serat-serat hitam seperti logam mulai merayap dari sabuknya, menyelimuti tubuhnya seperti lapisan hidup. Helm menutupi wajahnya, visornya memancarkan sinar redup berwarna biru. Pakaian tempurnya kini tampak menyatu dengan tubuhnya, terlihat fleksibel namun memiliki kekuatan luar biasa.

Tetapi kali ini ada yang berbeda. Ketika pakaian tersebut terpasang sepenuhnya, sinar samar menyelimuti tubuhnya, memancarkan aura yang menggetarkan jiwa. Artefak ilusi yang ia ciptakan dengan formasi dari gulungan kuno kini aktif!

Li Wei dan Leena terpana. Mata mereka melebar ketika mereka merasakan kekuatan Lynx yang tiba-tiba melonjak drastis dalam hitungan detik.

Dari aura yang terpancar, kekuatan Lynx terlihat meningkat dari Forging Qi pemula, naik ke Forging Qi pertengahan, lalu akhir. Tak berhenti di situ, auranya terus melonjak hingga mencapai Master Foundation perunggu, lalu emas, kemudian hitam!

Leena yang berada di tahap Master Foundation emas hitam mulai kehilangan kemampuan untuk mendeteksi kekuatan Lynx ketika auranya melewati tingkatan Grandmaster Fana. Li Wei, yang lebih lemah, bahkan lebih dulu kehilangan jejak energinya.

Lynx menyeringai di balik helmnya. "Bagaimana? Dengan ini, orang akan merasakan aura kekuatanku yang terpancar sebagai Immortal. Begitu juga orang-orang di tingkat Immortal, mereka akan mengira aku sedang menyembunyikan auraku karena hanya terasa samar."

Lala menatap Leena dan Li Wei yang terpana, lalu menoleh ke arah Lynx. Kini, dengan baju tempur yang telah diperkuat oleh formasi manipulasi, sosoknya terlihat lebih menakutkan dan penuh aura yang mengintimidasi.

Leena dan Li Wei masih terdiam, tidak merespon perkataan Lynx. Mereka terkesima oleh perubahan tersebut.

Lynx lalu tersenyum tipis. “Kita lihat… Apakah mereka bisa tertipu dengan ini.”

"Xiao Ling, kenapa sekarang kamu terlihat sangat kuat? Sangat berbeda dengan sebelumnya saat menggunakan pakaian ini?" tanya Li Wei penasaran.

Lala menatap Lynx dengan kagum, meski sudah melihat sebelumnya, namun dia tetap merasa kagum dengan ide dari Lynx memanfaatkan ilmu manipulasi . "Luar biasa! Dengan formasi ini, kau bisa menipu siapa pun!"

Leena menatap Lala, "Menipu? Apa maksudmu? Sejak kapan Lynx menggunakan pakaian itu? Meski warnanya agak berbeda, tapi aku ingat itu sama persis dengan milik Kael."

Sebelum Lala menjawab, Li Wei tiba-tiba berkata dengan nada ragu, "Jadi... selama ini kamu bisa kuat karena memiliki artefak seperti ini?"

Lynx hanya tersenyum misterius dan mengangguk. Ia tidak ingin memberi tahu rahasia sebenarnya kepada siapa pun selain Suku Surya.

Setelah memastikan formasi ilusi bekerja dengan sempurna, Lynx mengalihkan pandangannya ke medan pertempuran yang kacau. "Baiklah, saatnya memberi mereka sedikit kejutan. Aku harus segera kesana, karena kondisi mereka sudah dalam bahaya. Kalian menyingkirlah!"

Lynx segera membuat formasi teleportasi. Dia tidak ingin dicurigai sudah berada didalam sekte ini sebelumnya. Dengan portal teleportasi, sandiwara mengenai kekuatannya akan terlihat lebih nyata.

Lynx segera memasuki portal teleportasi tersebut, meninggalkan Leena, Lala dan Li Wei.

***

Di tengah kehancuran Sekte Api Langit, jeritan dan teriakan menggema. Para murid yang terluka berusaha melarikan diri, sementara guru serta tetua yang tersisa berusaha mati-matian menahan serangan kelima Grandmaster Sekte Kegelapan.

Salah satu Grandmaster, seorang pria bertubuh kekar dengan jubah hitam berhiaskan pola ungu, mencengkeram leher seorang murid perempuan yang masih muda. Tangannya mulai berkilauan dengan energi hitam pekat, siap menghabisinya.

Namun sebelum ia bisa melancarkan serangan terakhir—

WHOOSH!

Sebuah lingkaran bercahaya muncul di udara. Rune-rune misterius berputar di sekelilingnya, mengeluarkan sinar biru terang yang membutakan. Dari dalam portal, sosok tinggi berbalut pakaian menyerupai logam abu-abu metalik melangkah keluar dengan anggun. Helmnya yang memiliki visor berpendar biru menambah kesan dingin dan tak tersentuh.

